Sejarah Desa

       Tidak jauh dari pintu air sungai brantas (Rolak Songo) sekitar 2 km ke arah timur ada sebuah kedung yang pada zaman itu sekitar tahun 1834, menjadi  persinggahan kalangan pedagang asing, dan suatu saat ada sebuah kapal (perahu) pedagang terdampar di kedung tersebut. Dengan adanya kejadian tersebut, akhirnya ada keinginan dari pedagang untuk menetap disekitar aliran/daerah sungai brantas. Diantara pedagang tersebut ada yang bernama Engkek yang akhirnya terkenal dengan sebutan Mbah Engkek yang merupakan cikal bakal / babat desa.

       Nama desa itu muncul karena di antara penduduk pendatang (pedagang) dan penduduk asli sering rebutan air di sekitar kedung, sehingga semua jalan dan tanah pekarangan menjadi becek, sehingga para sesepuh  desa memberi nama Desa KEDUNGBOCOK. Mbah Engkek tinggal dan menetap di Kedungbocok sampai akhir hayat. Mbah Engkek dimakamkan de perempatan sebelah selatan Dusun Kedung Klinter yang merupakan pertengahan Desa Kedung Bocok.
Nama Sumber: 
1. P. Sukarji    (sekertaris desa)
2.   P. Ponimin (mantan perangkat desa)